Miwit pe Sunge

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Miwit pe Sunge karya Betaria Peronika ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Di sebuah perkampungan, ada seorang anak bernama Kesy. Dia anak yang mempunyai kegemaran memancing. Kesy juga seorang anak yang periang, aktif, dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Kesy memiliki dua orang teman bernama Asky dan Risky. Kesy dan kedua temannya pulang ke rumah kemudian pergi ke sungai untuk memancing. Jarak ke sungai hanya 15 menit berjalan kaki. Kesy dan temannya menyiapkan pancingan berjumlah 50 buah. Pancingannya terbuat dari bambu berukuran kecil, mempunyai lebar 20 cm dan panjang 100 cm. Beserta tali temali dan mata pancing, karena sistem memancing suku dayak deah, memancingnya ditinggal di sungai tidak perlu dijaga, memerlukan waktu 12 jam baru di angkat pancinganya, sistem pancingan ini di sebut dengan Banjur. Keesokan harinya, Kesy pun bergegas bersama temanya pergi ke sungai untuk mengangkat hasil pancingan. Kesy dan kedua temannya berpencar, satu persatu diangkat akhirnya Asky dan Risky mendapatkan ikan gabus dan ikan lele yang besar. Kemudian Kesy pun mengangkat pancingannya, tetapi pancingannya tersangkut ular yang memakan ikan di mata pancing. Kesy pun ketakutan. Kedua teman Kesy membantu melepaskannya. Kemudian Kesy tetap bersemangat, mengangkat pancingannya. Kesy terkejut melihat di pancingannya ternyata mendapatkan ular lagi. Asky dan Risky pun melihat, ternyata Kesy mendapatkan ikan belut. Saking bersemangatnya Kesy terjatuh ke sungai yang dalam, sekitar 5 menit Kesy tenggelam, tetapi Asky dan Risky segera menolong. Kesy dan temannya mengumpulkan satu per satu ikan hasil pancingan dan dimasukkan ke keranjang yang disebut butah. Kesy dan temannya pulang ke rumah. Ibu Kesy bertanya kenapa hari ini keluar rumah tidak minta izin. Kesy mengeluarkan hasil pancingan, ibu pun senang. Ibu Kesy langsung membawa ikan ke dapur untuk dimasak. Ibu membuat pepes menggunakan pelepah pinang, masakan kesukaan Kesy. Kesy bersama Asky dan Risky menikmati pepes ikan.
Buku cerita berjudul Miwit pe Sunge karya Betaria Peronika ini dapat dibaca di sini.




