Ramuan akan Linga

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Ramuan akan Linga karya Noranisa ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Ada seorang anak perempuan bernama Linga (yang berarti air jernih/sungai), ia tidak menyukai obat-obatan herbal karena merasa tidak higienis. Berbeda dengan kakaknya, Baya (yang berarti penjaga/pelindung) yang senang mengeksplorasi obat-obatan herbal. Dia ingin seperti almarhum neneknya yang seorang Balian (dukun tradisional). Suatu sore, Linga demam tinggi hingga mengigau. Karena puskesmas sudah tutup, ia hanya diberi obat pereda nyeri dan tertidur. Baya, yang sangat menyayangi adiknya, memberanikan diri mendayung perahu ke hutan di seberang anak sungai Barito untuk mencari daun halaban dan kaca piring. Meski merasa takut akan tersesat, takut dengan hewan buas, dan suara-suara aneh, tapi Baya ingat perkataan neneknya yang menjadikan dia berani masuk hutan. Setelah pencarian panjang, ia akhirnya menemukan tumbuhan dan segera pulang sebelum hari gelap. Baya meramu tumbuhan itu sesuai tahapannya dan membujuk Linga agar mau meminum ramuan itu. Awalnya Linga menolak karena takut tidak higienis, namun setelah diyakinkan Baya, akhirnya Linga mau minum dan dikompres kepalanya. Pagi harinya, Linga mengajak Baya shalat subuh dan jalan pagi bersama.
Buku cerita berjudul Ramuan akan Linga karya Noranisa ini dapat dibaca diĀ sini.



