Anak Sungei

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Anak Sungei karya Fitri Seig ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Igap mempunyai teman bernama Bawai dan Itur. Mereka memiliki guru Muatan Lokal bernama Ibu Ifit. Sore hari mereka bermain dan berenang di Sungai. Mereka seringkali terganggu oleh sampah-sampah Sungai berupa tanaman eceng gondok yang mengapung di Sungai Barito. Ketika Bu Ifit memberi tugas untuk membuat kerajinan tangan dari bahan sampah yang didaur ulang. Igap dan kawan-kawan lantas teringat dengan sampah berupa eceng gondok yang melimpah di Sungai. Mereka diskusi beberapa hari, akhirnya menemukan ide cerdas, menjadikan eceng gondok menjadi aneka jenis kerajinan. Maka kampung mereka dikenal sebagai kampung pusat produksi daur ulang eceng gondok.
Buku cerita berjudul Anak Sungei karya Fitri Seig ini dapat dibaca diĀ sini.




