Sengkaruk Watu

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Sengkaruk Watu karya Rosi Meilani ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Chesya ingin sekali belajar membuat kue tradisional khas suku Dayak Deah, yaitu “cingkaruk batu”. Dalam proses belajar itu Chesya tidak hanya memahami cara membuat makanan itu, tetapi juga menggali nilai tradisi leluhurnya. Pengalaman ini mengubah Chesya. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak desa lainnya untuk kembali mencintai dan melestarikan budaya Dayak Deah. Tak hanya berhasil membuat kue tradisional, Chesya juga membuktikan bahwa anak muda bisa menjadi penjaga warisan leluhur. Cerita ini menggambarkan pentingnya merawat tradisi, semangat belajar, dan keberanian untuk mencoba meski harus gagal terlebih dahulu.
Buku cerita berjudul Sengkaruk Watu karya Rosi Meilani ini dapat dibaca di sini.



