Mencari Buah Rupai

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Mencari Buah Rupai karya Made Siwa ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Topan dan Irvan rela masuk hutan demi memenuhi permintaan neneknya yang menginginkan buah rupai. Kebetulan dua bersaudara itu juga menyukai lengkeng hutan tersebut. Rasanya manis dan segar. Daging buahnya kenyal putih dan sedikit berair. Tatkala sudah mendapatkan buah rupai, mereka beristirahat sejenak. Saat itulah muncul ide Topan untuk mengajari adiknya berhitung. Ia tahu selama ini Irvan tidak suka pelajaran matematika. Dengan mengajak menghitung buah rupai, secara tidak langsung Topan mengajari Irvan perihal penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dari situ, akhirnya Irvan mulai menyenangi pelajaran matematika. Ia menyadari betapa pentingnya ilmu berhitung dalam kehidupan sehari-hari.
Buku cerita berjudul Mencari Buah Rupai karya Made Siwa ini dapat dibaca di sini.




