Pucuk Jawau Batumbuk

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Pucuk Jawau Batumbuk karya Aisyha Maulydia ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Saat musim panen tiba, Pak Udin dan Ibu Raudah pagi-pagi sekali sudah berangkat ke sawah. Sementara Ahmad masih di rumah dan akan menyusul ayah dan ibunya ke sawah. Saat ingin berangkat ke sawah, Ahmad teringat bahwa ibunya akan memasak sayur kesukaan keluarganya yaitu sayur pucuk singkong tumbuk sepulang dari sawah. Ahmad berkeinginan untuk memasak sayur tersebut. Bahan-bahan sudah disiapkan ibu di dapur untuk memasak sayur pucuk singkong tumbuk. Ahmad memetik daun singkong di kebun belakang rumahnya. Ternyata daun singkong yang dipetik Ahmad sudah tua sehingga keras. Kemudian Ahmad mencoba memasak lagi menggunakan daun singkong yang muda atau pucuk daun singkong sehingga masakan Ahmad sudah sesuai dengan yang dimasak ibunya. Ahmad kemudian mengantarkan sayur pucuk singkong itu ke sawah untuk dimakan bersama ibu dan ayahnya.
Buku cerita berjudul Pucuk Jawau Batumbuk karya Aisyha Maulydia ini dapat dibaca di sini.




