Borokng

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Borokng karya Hatrana Dewi ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Sudah tiga hari Raja dan Raju tidak makan ikan segar. Mereka selalu disuguhi lauk telor atau ikan asin. Lama-kelamaan si Kembar bosan juga disajikan menu itu terus. Ternyata masalahnya si penjual ikan yang biasa berkeliling kampung sedang sakit, sehingga Ibu tidak bisa membeli ikan segar. Atas usul Ayah, si Kembar membuat perangkap ikan dari bambu. Awalnya usaha mereka gagal karena perangkap itu hanyut terbawa arus deras. Tapi, Raja dan Raju tidak putus asa. Mereka kembali membuat perangkap ikan yang baru. Ternyata lagi-lagi keberuntungan belum juga berpihak. Akhirnya mereka membuat perangkap dari bambu dengan jumlah yang lebih banyak. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan ikan pun akan lebih besar. Namun, apakah usaha mereka kali ini akan berhasil? Yuk, simak buku cerita ini hingga tuntas!
Buku cerita berjudul Borokng karya Hatrana Dewi ini dapat dibaca diĀ sini.



