Tapo Butitit

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Tapo Butitit karya Naswa Adesti Kordia ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Butitit adalah anak perempuan yang berusia 12 tahun. Butitit sedang bersekolah di sekolah dasar tepatnya di SDN 1 Sungai Rumbia. Butitit tinggal di desa Ulau, Kecamatan Upau,Tabalong. Pada saat Butitit ditugaskan ayahnya untuk membuat Tapo tetapi Butitit sangat sering gagal karena dalam pengasapan ia selalu kurang dan selalu masih belum kering hal itu diulanginya berkali kali dan ia meminta ayahnya untuk memberikan contoh kepadanya karena Butitit merasa dirinya selalu belum masak saat membuat tapo tersebut. pada saat itu ayahnya memberikan contoh cara yang benar dalam pembuatannya. Butitit sangat memperhatikan bagaimana ayahnya membuatnya agar ia tidak salah lagi dalam membuatnya. Ayahnya terangkan bahwa membuat tapo harus sangat kering hingga tidak ada air lagi yang keluar dari daging hewan tersebut. Tidak lama Butitit langsung memperaktikkannya dan benar saja iya berhasil hingga ayah dan ibunya sangat merasa senang karena di usianya yang baru 12 tahun sudah bisa membuat makanan awetan tampa bahan kimia. Dan pada saat di sekolah Butitit bercerita kepada teman temannya bahwa ia bisa membuat tapo makananan khas Dayak Deah itu temannya berasa Butitit keren dan ingin Butitit mrngajarkan mereka bagaimana cara pembuatannya. setelah diajarkan Butitit mereka satu kelas sudah tau bagaimana cara pembuatan tapo.
Buku cerita berjudul Tapo Butitit karya Naswa Adesti Kordia ini dapat dibaca di sini.



