Ngesa

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Ngesa karya Relantika Agustin ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Cerita ini mengisahkan seorang anak yatim piatu bernama Belo berusia 11 tahun yang tinggal bersama Datu, di sebuah pondok sederhana di pedalaman Desa Kaokng, Kalimantan. Dalam kesunyian hutan dan kehidupan yang sederhana, mereka saling menjaga dan hidup dalam kebersamaan yang hangat. Suatu hari, keinginan sederhana Belo untuk memakan ikan segar mengawali petualangan dan kerja kerasnya untuk membuat alat penangkap ikan tradisional bernama bubu, menggunakan bambu dari hutan sekitar dan keterampilan warisan dari Datu. Dengan semangat dan ketekunan, Belo belajar membuat bubu dari awal, mulai dari memilih bambu, membelah, meraut, hingga merangkainya menjadi perangkap ikan yang kuat. Perjalanan panjang itu dilalui dengan penuh harap dan kesabaran, meskipun diwarnai rasa lelah, keraguan, dan tantangan alam seperti hujan deras dan arus sungai yang meluap. Dalam kesendirian dan keheningan malam, Belo bahkan melantunkan doa tulus kepada Tuhan, berharap kerja kerasnya tidak sia-sia dan menjadi bukti dari ketulusan hatinya. Meski sempat kecewa karena hasil pertama dari bubu hanya berisi kayu lapuk, Belo yang sempat kecewa tak pantang menyerah. Ia belajar menerima bahwa usaha dan rezeki tak selalu datang bersamaan. Dengan semangat yang terus menyala dan dorongan dari Datu, Belo mencoba kembali dan usahanya pun terbayar. Bubu yang dibuatnya akhirnya berhasil menangkap banyak ikan. Kisah ini menyiratkan nilai-nilai ketekunan, cinta keluarga, dan kearifan lokal, serta menunjukkan bahwa keberhasilan sejati datang dari kerja keras, kesabaran, dan ketulusan hati.
Buku cerita berjudul Ngesa karya Relantika Agustin ini dapat dibaca di sini.



