Batasmiah Ading

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Batasmiah Ading karya Ali Wardani ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Penerjemahan menghadirkan buku-buku menarik untuk para sahabat bahasa dan sastra di Provinsi Kalimantan Selatan. Buku-buku ini bertujuan menginternasionalkan bahasa dan budaya Indonesia serta mendukung bahan bacaan anak. Cerita dalam buku ini mengajak pembacanya untuk berpikir kreatif, berani mencoba hal-hal baru, berinteraksi dengan alam, dan belajar budaya tradisional.
SINOPSIS
Cerita yang berjudul Batasmiyah Ading menceritakan seorang anak perempuan yang bernama Aisha. Ia senang sekali mendapat adik baru dan ingin ikut memberikan nama untuk adiknya, namun tidak semudah yang dipikirkannya. Orang tua Aisha juga ingin nama yang baik dan populer. Bagaimana Aisha berusaha mencari nama yang sesuai keinginan orang tuanya, namun juga tidak bertentangan dengan agama? Hal inilah yang menjadi konflik cerita ini. Cerita yang bernuansa budaya Banjar, khususnya tentang adat istiadat memberi nama bayi yang baru lahir atau batasmiyah ini juga menggambarkan prosesi batasmiyah mulai dari awal hingga di akhir acara. Ada juga diselipkan kebiasaan masyarakat Banjar yang suka bergotong-royong dalam membantu setiap ada acara besar. Kebiasaan tolong-menolong warga yang punya hajat ini sudah membudaya khususnya dalam budaya suku Banjar.
Buku cerita berjudul Batasmiah Ading karya Ali Wardani ini dapat dibaca di sini.



