Baju Pontutn

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Baju Pontutn karya Dahliana Triningsih ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Lio dan kawan-kawan sempat terancam tidak bisa ikut Festival Budaya Dayak Deah. Pasalnya, pakaian adat yang hendak mereka sewa terlanjur habis persediannya. Untunglah Lio cepat minta bantuan pamannya untuk membuatkan baju adat dari kulit kayu deluang. Tak disangka, usai mengikuti karnaval ada seorang ibu yang tertarik dengan pakaian yang dikenakan oleh Lio. Perempuan itu ingin memesan baju deluang dalam jumlah besar. Sejak itu Lio dan Paman Johan menjadi pengrajin pakaian deluang. Pesanan demi pesanan pun terus berdatangan. Ada kalanya mereka sampai kewalahan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Lio sendiri bangga menjadi pengrajin baju deluang. Dengan begitu, ia telah ikut melestarikan budaya Dayak Deah.
Buku cerita berjudul Baju Pontutn karya Dahliana Triningsih ini dapat dibaca di sini.




