Mainan Robot

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Mainan Robot karya Cindy Ramika ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Di sebuah desa kecil bernama Seluakng yang terletak di tengah hutan Kalimantan, hiduplah seorang anak bernama Lawe, putra dari seorang pengukir kayu handal, Pak Dungai. Lawe senang membuat mainan dari sisa ukiran kayu ayahnya. Di antara semua mainan itu, yang paling ia sayangi adalah sebuah robot kayu bernama Tomeng, yang dibuat dari kayu ulin dan memiliki tombak serta tameng khas Dayak. Suatu hari, Lawe diminta membawa mainan ke sekolah. Awalnya ia merasa minder karena mainannya sederhana dan tidak semodern milik teman-temannya. Bahkan ia sempat diejek dan ditertawakan. Namun saat diberi kesempatan untuk menjelaskan, Lawe dengan bangga menceritakan asal usul Tomeng, makna di balik senjatanya, dan kekuatan kayu ulin yang mewakili budaya dan keberanian suku Dayak. Penjelasan itu mengubah pandangan teman-temannya. Mereka mulai kagum pada Tomeng dan ingin belajar membuat mainan sendiri. Sejak saat itu, Lawe menjadi inspirasi bagi teman-temannya dan makin dekat dengan warisan budaya keluarganya. Tomeng pun bukan lagi sekadar robot mainan, melainkan simbol kekuatan, kesederhanaan, dan nilai-nilai luhur yang terus hidup di tengah keluarga dan desa.
Buku cerita berjudul Mainan Robot karya Cindy Ramika ini dapat dibaca diĀ sini.



