Tarian akan Ni Bawing

Buku cerita anak dwibahasa berjudul Tarian akan Ni Bawing karya Megawati ini adalah satu dari sejumlah buku cerita anak dwibahasa yang disiapkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Buku cerita anak dwibahasa ini disiapkan untuk menunjang pemenuhan buku bacaan bahasa daerah dan Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Buku cerita ini berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika serta kearifan lokal. Buku cerita dwibahasa ini diterjemahkan dan disunting oleh berbagai pihak. Buku ini hadir untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
SINOPSIS
Diang adalah gadis 14 tahun dari suku Bakumpai yang tinggal di tepi Sungai Barito dan sangat menyukai dance moderen. Ia lebih senang menari dengan irama cepat dan bebas dibandingkan tari topeng tradisional yang diajarkan oleh neneknya, Ni Bawing. Ketika sang nenek meninggal dunia, Diang merasa kehilangan dan mulai menyadari pentingnya warisan budaya yang selama ini ia tolak. Ia memutuskan mengikuti lomba tari tradisional, tapi dengan cara yang berbeda agar tidak terlihat membosankan. Diang mulai mencoba menciptakan tarian unik yang menggabungkan gerakan tradisional dan sentuhan moderen, bahkan menambahkan pencahayaan dan efek bunyi. Namun, usahanya tidak langsung berhasil—lampu di topengnya rusak, musik tidak sinkron, dan ia berkali-kali terjatuh saat latihan. Ia juga sering diejek teman-temannya yang menganggap tari tradisional itu kuno dan memalukan. Meski sempat ingin menyerah, Diang terus mencoba, memperbaiki kesalahan satu per satu, dan percaya bahwa usahanya belum selesai. Di atas panggung, ia menari bukan hanya untuk menang, tapi untuk menghormati neneknya dan membuktikan bahwa tradisi bisa tampil moderen. Tarian Diang yang berbeda memukau semua orang dan membuat desanya kembali dikenal karena keindahan budaya mereka.
Buku cerita berjudul Tarian akan Ni Bawing karya Megawati ini dapat dibaca di sini.




